Tindakan Amoral Netizen Menyerang Jokowi sebagai Kodok

INDONESIA diprediksi akan menjadi negara terakhir di dunia yang keluar dari krisis pandemi Covid-19 jika tidak ada kebijakan strategis yang luar biasa pada pemulihan kesehatan, ini adalah pendapat para pakar.

Pasalnya hampir satu setengah tahun pandemi berjalan, kebijakan yang diambil pemerintah lebih dipengaruhi oleh kompromi politik dan ekonomi ketimbang kesehatan.

Namin menurut saya dalam perspektif lain saya tidak sependapat dgn prediksi para pakar diatas, hal ini karena lambannya pemerintahan Indonesia dalam mengatasi pandemi tdk dapat dibandingkan dengan negara-negara di Asia atau negara Eropa sekalipun, karena Indonesia adalah negara yg besar, negara kepulauan yg memiliki jumlah penduduk yg besar pula (300) juta jiwa.

Pendapat para pakar ini memicu pada kekecewaan publik bahkan sebagian org yang melakukan kritik yg tdk konstruktif terhadap Presiden, bahkan ada yg bully, menyerang, menghina, Jokowi secara pribadi maupun sbg presiden NKRI.

Sebagai Direktur Lembaga Kajian Hukum VERITAS dan Pengamat Kebijakan Publik, saya merasa org yang menyerang dan menyatakan Presiden “KODOK” ini bukan lagi Kritik tetapi menghina, menyerang kehormatan Jokowi sebagai Presiden.
Publik harus memahami, bahwa Jokowi sebagai Presiden dalam Periode ke-2 harus menghadapi keadaan bangsa yg apnormal, dimana terjadi peristiwa Pandemi Covid-19 yg dialami di seluruh negara didunia.

Faktor inilah yg harus kalian sadari, yg menyebakan hambatan dalam proses pembangunan dan melakukan perhatian Presiden mengarah kepada bagaimana cara yg tepat utk mengatasi Covid 19 demi mengurangi angka warga yg terpapar Covid-19 termasuk meminimalkan angka kematian.

Presiden sebagai Kepala Negara sekaligus sebagai kepala Pemerintahaan NKRI, dalam kebijakan aspek kesehatan juga mempertimbangkan aspek lain terutama dalam aspek Ekonomi.

Pendapat para pakar membandingkan cara negara lain dgn Indonesia tidak bisa Apple to Apple maka dalam situasi ini tidaklah mudah utk mencari solusi yg tepat yang berfokus pada aspek kesehatan misalnya Lockdown utk mengatasi pandemi secara total.

Maka sampai pada kesimpulan saya, bahwa orang-orang yg menghujat, dan menghina Presiden adalah org CONGKAK, dimungkinkan org yg tidak berbuat apa-apa untuk negeri ini, org yg bukan berada di gerbang terdepan dalam menjalankan misi kemanusiaan dan juga tdk bermoral. Para penghujat harus tau bahwa Allah sangat menentang orang-orang congkak dan hanya mengasihi orang-orang yg rendah hati seperti Jokowi. Orang yg mengkritik tdk secara konstruktif menggambarkan manusia yg serakah, tidak berperi kemanusiaan, sombong, sisuga ateis yg tidak mau menerima dan mendengar Allah. Kesombongan, kekejaman, tindakan amoral, tidak menjadikan diri kalian adalah orang yg memahami hikmat Allah.

Penulis:
Nyoman Rae.
Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *